Jenis Tanaman untuk Pagar Rumah Beri Kesan Asri

Posted on

Ada berbagai jenis tanaman untuk pagar yang bisa digunakan. Nyatanya pagar tidak hanya bisa mengandalkan material yang populer dalam dunia konstruksi saja, melainkan juga tanaman. Pagar hidup bukan sekadar pembatas lahan, ia adalah solusi ekologis yang mampu menurunkan suhu mikro di sekitar rumah hingga 2-3 derajat Celsius. Walaupun pagar rumah hanya dari tanaman, namun memilih keistimewaan tersendiri.

Baca Juga: Model Pagar Bambu Estetik untuk Halaman Rumah

Jenis Tanaman untuk Pagar Rumah Beri Kesan Asri
Tanaman untuk pagar rumah cukup beragam sehingga perlu cermat memilihnya. Foto: Istimewa

Keistimewaan tersebut terlihat dari segi tampilan, anggaran dan lain sebagainya. Hal inilah yang membuat banyak orang tertarik untuk ikut menerapkannya. Tampilan eksterior rumah pun jadi berbeda.

Jenis Tanaman untuk Pagar

Untuk mengetahui apa saja jenis tanaman yang bisa diterapkan pada pada rumah, lebih baik perhatikan ulasan di bawah ini.

  • Bambu Kuning (Bambusa vulgaris)

Salah satu tanaman yang bisa digunakan dalam membuat pagar yaitu bambu kuning. Jenis bambu yang satu ini memang memiliki warna kuning sehingga jadi daya tarik tersendiri. Selain kuning, bambu tersebut juga dipadukan dengan warna hijau.

Penggunaan tanaman tersebut bisa membuat pagar hidup yang cocok untuk segala konsep hunian. Saat memanfaatkan tanaman ini, pengguna juga bisa merasakan sejumlah keuntungan. Hal ini karena perawatan pagar hidup tersebut cukup mudah.

Pagar dari tanaman hidup tersebut tidak hanya populer di lingkup perkotaan saja, namun juga pedesaan. Sebaiknya tanam dengan jarak 50 cm antar rumpun agar pagar cepat menutup rapat.  Namun, bambu kuning cenderung menjatuhkan banyak daun kering, jadi bersiaplah untuk menyapu area pagar lebih sering

  • Pucuk Merah (Syzygium myrtifolium)

Selain bambu kuning, rupanya masih ada banyak tanaman lainnya untuk membuat pagar. Adapun tanaman yang dimaksud yakni pucuk merah. Pucuk merah sangat populer karena daun mudanya yang berwarna cerah memberikan gradasi warna alami, serta tunasnya yang tumbuh rapat sehingga efektif menghalau debu jalanan. Untuk hasil pagar yang rapat dan padat, sebaiknya Pucuk Merah ditanam dengan jarak 30-40 cm antar bibit

  • Boxwood (Buxus)

Jenis Tanaman untuk Pagar Rumah Beri Kesan Asri

Tanaman yang satu ini memiliki sejumlah kelebihan. Salah satu kelebihannya yaitu bisa tumbuh dengan subur dan padat sampai ketinggian 6 m. Hal inilah yang membuatnya cocok dijadikan sebagai pagar. Boxwood bisa tumbuh sampai 6 meter secara teknis, namun untuk pagar rumah sebaiknya dipangkas di ketinggian 1-2 meter.

Semakin recommended untuk menjadikannya sebagai pagar tanaman hidup karena mudah dibentuk. Hal ini memberikan kemudahan bagi pengguna untuk mendesain pagar rumah sesuai dengan keinginannya. Sayangnya boxwood (Buxus) sangat rentan terhadap hama ulat tertentu.

  • Crape Myrtle (Lagerstroemia) 

Crape myrtle juga bisa dimanfaatkan untuk membuat pagar. Tanaman ini memiliki batang dan akar yang kuat. Saat memiliki pagar dari tanaman hidup tersebut, bisa jadi hiasan alami di eksterior rumah. Semakin menguntungkan karena juga bisa meningkatkan keamanan. Ketika membuatnya, hanya perlu menambahkan rangkaian anyaman untuk menopang tanaman ini. Hasilnya jadi lebih estetik dan rapi. Hal ini sebagaimana yang terungkap di akun TikTok @kebun.tabulampot.

Pagar Tanaman Hidup vs Pagar Besi

Pagar rumah bisa dibuat dari tanaman hidup maupun material konstruksi seperti halnya besi. Keduanya sama-sama menguntungkan.

Akan tetapi jika menginginkan kesan lebih asri dan sejuk, lebih baik memilih pagar dari tanaman hidup. Penggunaan tanaman tersebut juga bisa membuat hawa udara di sekitar rumah terasa lebih segar dan menyehatkan.

Bari perspektif arsitektur lanskap, pemilihan pagar besi tetap unggul dalam aspek keamanan fisik (security), namun pagar hidup menang telak dalam aspek privasi visual dan kenyamanan termal. Hanya saja, perlu mengeluarkan biaya yang lebih mahal. Lakukan  pemupukan dan penyiraman pada tanaman hidup agar tidak mati/kering, yang bisa membuat pagar terlihat berlubang.

Selain itu, lakukan pemangkasan rutin 2-3 bulan sekali menggunakan gunting pagar agar bentuknya tetap simetris dan daun tumbuh lebih rimbun.

Baca Juga: Pagar Batu Alam Andesit Desain Simple dan Elegan Tak Tertandingi

Tak bisa kita pungkiri bahwa ada banyak jenis tanaman untuk pagar. Setiap jenis tanaman tersebut memiliki kelebihan masing-masing. Oleh karena itu, pastikan cermat dalam memilih tanaman hidup sehingga bisa memiliki pagar rumah yang sesuai dengan keinginan maupun kebutuhan. Eksterior hunian pun jadi lebih estetik dari biasanya. Hal ini bisa saja menginspirasi orang lain untuk ikut menggunakan pagar tanaman hidup.